oleh

Pekerjaan Jembatan Wae Samana Amburadul, GPI Buru Selatan Desak Kajari Periksa PT. Waesama Timur

PILARNEGARA.COM – Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Buru Selatan, Risman Kelian mengaku prihatin dengan nasib warga Desa waetawa Dan waesili. Akibat jembatan yang dibangun sebagai penghubung kedua desa itu dinilainya “Amburadul”.

Menurutnya, jembatan itu merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan dua desa ini kekota kecamatan bahkan kekota kabupaten Namrole, Buru Selatan.

Namun dari sejak dibangun hingga kini, belum juga rampung, padahal menurut Risman, kepada media ini, Senin (28/2/22), kedua desa itu adalah kampungnya Ketua DPRD dan Salah Satu Anggota DPRD. Mestinya ini bisa diawasi agar pekerjaannya dapat selesai sesuai jangka waktu pengerjaan, dimana pekerjaan tersebut harus rampung pada tahun 2021.

Baca Juga :  Lintas Relawan Prabowo Sandi Banyuwangi Gelar Kopi Darat

Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi khusus (DAK) Transportasi Pedesaan yang dikerjakan Oleh PT. Waesama Timur, menelan biaya sebesar Rp.1.969.000.000. menjadi Perhatian khusus ketua GPI buru selatan, Risman Kelian.

Selaku Pimpinan Daerah GPI, Risman mendesak agar APIP dan DPRD buru selatan terutama anggota DPRD dapil Waesama-Ambalau, agar dapat melakukan Reviuw dan pengawasan lebih, apalagi untuk saat ini Buru Selatan pada umumnya dan kec. Waesama pada khususnya sangat M
Membutuhkan infrastruktur berupa jalan maupun Jembatan.

“Kami tidak menginginkan anggaran yang sudah digelontorkan pemerintah pusat dikembalikan karena kegagalan dalam pekerjaan, sudah barang tentu daerah rugi, apalagi masyarakat sebagai pengguna fasilitas” tutur Risman.

Lanjut Risman, berdasarkan data dan pengamatan GPI dilapangan, kegiatan Renovasi jembatan waisama, terlihat tidak ada aktifitas pengerjaan yang dilakukan oleh PT. Waesama Timur.

Baca Juga :  Prabowo Resmikan Masjid Nurul Wathan di Padepokan Garuda Yaksa

“Sementara kondisi jembatan diperkirakan baru mencapai 65%, untuk presentasi realisasi anggaran kami tidak tau, namun jelas pada papan proyek, sumber, dan budget anggaran diketahui dengan jelas serta tahun pengerjaan” beber Risman.

Olehnya itu lanjut Risman, GPI secara kelembagaan memintah kepada Kepala Dinas PU kabupaten Buru Selatan, Melkior Solissa agar segera memanggil kontraktornya Untuk mempertanyakan kendala Pada pekerjaan tersebut dilapangan.

Bahkan lanjut Risman, pihaknya juga mendesak Kejaksaan Negeri Buru untuk memeriksa lebih lanjut atas pekerjaan Renovasi Jembatan Penyeberangan Wae Samana, karena diduga ada kerugian negara milyaran rupiah. Tutupnya. (RED)

Loading...

Baca Juga